Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) mensikapi perkembagan kondisi nasional, pada 23 Agustus 2019, bertempat di Ruang Video Conference Lt. 2 FISIPOL UKI Jakarta, menggelar Forum Diskusi Terbatas membahas “Kembali Kepada Konsensus Berbangsa”, yang sering juga disebut sebagai empat pilar berbangsa, yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Forum diskusi dihadiri pembicara Dr.
Pemilu tahun 2019 yang marak diwarnai, berbagai peristiwa ataupun kasus melingkupi ujaran kebencian, berita bohong (hoax), hujatan, perundungan, persekusi, radikalisme nuansa keagamaan, intoleransi, hingga terorisme, tidak sedikit masyarakat yang berkeyakinan, bahwa hal-hal yang menjadi gangguan kebangsaan tersebut, semata-mata sebagai dinamika politik elektoral sesaat, sehingga akan hilang atau mereda dengan sendirinya, pasca pemilu.
"Lahir batin, Saya maafkan Ustad Somad, namun pernyatan UAS menyebut Salib adalah Jin Kafir, merupakan cikal bakal pemecah belah nilai kebhinekaan bagi bangsa Indonesia, Polisi diminta untuk tegakkan keadilan” ujar Saddan Sitorus kepada Gerejani Dot Com, kemarin Senin, 19 Agustus 2019, dengan didampingi kuasa hukum Maruli Silaban, SH, usai melaporkan UAS ke Bareskrim Polri.
Sejak viral video Ustadz Abdul Somad, yang menyebutkan "Salib dan Jin Kafir" dalam sesi ceramahnya, masyarakat sontak terkejut, dan menyanyangkan konten dialog dalam ceramah,
ustadz yang viral saat Pemilu 2019 yang baru lalu.
Percakapan Gerejani Dot Com dengan sejumlah tokoh komunitas kristiani, terdapat semangat yang sama, yakni mereka sekalipun memaafkan peristiwa viralnya ucapan Ustadz Abdul Somad tersebut, tetapi demi menjaga komitmen kebangsaan dan penegakan hukum, maka proses hukum tetap ditempuh.
Masih dalam suasana memperingati Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke-74, peristiwa viralnya konten ceramah Ustadz Abdul Somad, yang berkesan memperolok simbol agama kristiani (Protestan dan Katolik), mengejutkan masyarakat se-tanah air.
Presidium Rakyat Menggugat yang dikoordinatori Daniel Tirtayasa, termasuk elemen kemasyarakatan yang turut mempersoalkan perilaku ustadz yang sering disebut UAS tersebut.
Dr. Manotar Tampubolon, SH., MH, Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, termasuk individu yang terusik oleh karena perbuatan Ustadz Abdul Somad, yang menyampaikan ceramahnya mengolok-olok simbol agama Kristiani, yang mengkaitkan salib dan jin kafir.
Manotar secara individu masyarakat, dengan didampingi kuasa hukum Osner Sianipar, SH, kemarin Senin, 19 Agustus 2019, merupakan salah satu pelapor UAS ke Bareskrim Polri.
Jelang perhelatan besar 4 (empat) tahunan lingkup Sinode Gereja Bethel Indonesia, yakni Sidang Sinode XVI, jurnalis media-media kristiani dari PERWAMKI (Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia), diundang datang ke Sentul International Convention Center, Babakan Madang, Sentul Selatan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk mengikuti dialog bersama Panitia Pelaksana Sidang Sinode GBI ke-16 seputar kesiapan pelaksanaan Sidang Sinode GBI ke-16, yang akan diadakan pada 27-30 Agustu
KPU DKI Jakarta pada Senin 12 Agustus 2019, bertempat di Hotel Merlyn Park Jakarta Barat, telah melakukan penetapan dan pengumuman 106 Anggota DPRD DKI Jakarta terpilih periode 2019 - 2024.
Ketua KPU DKI Jakarta Betty E. Idroos memimpin penetapan tersebut, yang disahkan dalam rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPRD DKI Jakarta.
"Dengan demikian nama calon terpilih kita tetapkan secara bersama-sama," tegas Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos dalam rapat pleno terbuka.
Gubernur DKI Prof. H. Anies R. Baswedan, SE., MPP., Ph.D yang pada 7 Mei 2019 berusia 50 tahun, merupakan tipe pemimpin yang menerapkan model kepemimpinan kolaboratif; menempatkan pemerintah daerah sebagai kolaborator yang mengkolaborasi sejumlah unsur pihak terkait, yakni pemda itu sendiri, masyarakat, swasta, dan pakar/ahli.